Maulid Nabi, Momentum Penyuluh Agama Lamongan Perkuat Pengabdian dan Hadirkan Kebaikan di Tengah Masyarakat

Lamongan (Kemenag) — Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Lamongan menyelenggarakan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Utama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Lamongan H. Mohammad Muhlisin Mufa, Kasubbag Tata Usaha M. Khoirul Anam, para Kepala Seksi dan Penyelenggara, serta 123 Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Lamongan.

Suasana peringatan Maulid Nabi berlangsung khidmat dan penuh nuansa religius. Kegiatan diwarnai lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW yang diikuti oleh seluruh peserta. Sholawat menjadi bagian penting dalam menghidupkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menguatkan semangat untuk meneladani akhlak beliau dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Lamongan, Imam Hambali, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran dan kiprah Penyuluh Agama Islam yang selama ini hadir di tengah masyarakat.

Ia menggambarkan Penyuluh Agama Islam sebagai sosok “Toserba” atau Tokoh Serba Bisa. Menurutnya, penyuluh tidak hanya menjalankan fungsi penyuluhan keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan dan peran yang beragam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Penyuluh itu Toserba, Tokoh Serba Bisa. Tidak hanya memberikan penyuluhan kepada masyarakat, tetapi dalam perkembangannya juga ada yang mampu menjalankan tugas hingga menjadi Kepala KUA,” ungkapnya.

Imam Hambali berharap semangat dan kompetensi para penyuluh terus dikembangkan sehingga mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Penyuluh, menurutnya, memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Lamongan, M. Khoirul Anam, turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak para Penyuluh Agama Islam untuk terus menjaga semangat pengabdian, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjadikan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam melaksanakan tugas.

Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan KH Ahmad Darmawan. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh peserta menjadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai sarana meningkatkan spiritualitas dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Keteladanan Nabi Muhammad SAW, lanjutnya, menjadi sumber inspirasi bagi umat Islam dalam membangun akhlak, memperkuat kepedulian sosial, serta menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat.

Dengan semangat meneladani Rasulullah SAW, para penyuluh diharapkan terus menghadirkan nilai-nilai agama yang menyejukkan, mencerahkan, dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat Lamongan.

Leave a Comment