Kemenag Lamongan Perkuat Tata Kelola Madrasah melalui Sosialisasi BOS, EMIS GTK, dan Pembagian Blangko Ijazah Tingkat MA

Lamongan — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan melalui Seksi Pendidikan Madrasah menggelar kegiatan Sosialisasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah, EMIS GTK, serta Pembagian Blangko Ijazah jenjang MA di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini diikuti oleh 176 peserta yang terdiri atas kepala madrasah, operator EMIS GTK, dan bendahara madrasah jenjang MA se-Kabupaten Lamongan.

Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, M. Khoirul Anam. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengelolaan dana BOS yang berpedoman pada regulasi yang berlaku. Menurutnya, dana BOS merupakan bagian dari anggaran negara yang harus dikelola secara profesional, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pengelolaan BOS harus dijalankan sesuai regulasi karena kita mengelola anggaran negara yang wajib dipertanggungjawabkan dengan baik. Semua ini bertujuan untuk mewujudkan tata kelola madrasah yang semakin baik dan berkualitas,” ujarnya.

Selain sosialisasi pengelolaan BOS dan EMIS GTK, kegiatan ini juga menjadi momentum pembagian blangko ijazah bagi jenjang MA sebagai bagian dari persiapan administrasi kelulusan peserta didik di lingkungan madrasah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, H. M. Muhlisin Mufa, memberikan pengarahan kepada seluruh peserta. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan dana BOS harus berpegang teguh pada lima prinsip utama agar pelaksanaannya berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah.

Kelima prinsip tersebut meliputi fleksibel, efektif, efisien, akuntabel, dan transparan. Menurutnya, prinsip-prinsip tersebut harus menjadi pedoman dalam setiap tahapan perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan penggunaan dana BOS.

“Dana BOS harus dikelola secara fleksibel sesuai kebutuhan madrasah, namun tetap efektif, efisien, akuntabel, dan transparan. Dengan demikian, setiap rupiah yang digunakan benar-benar memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan di madrasah,” tegas Muhlisin.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh kepala madrasah, operator EMIS GTK, dan bendahara madrasah memiliki pemahaman yang sama mengenai pengelolaan BOS, pemutakhiran data EMIS GTK, serta administrasi penerbitan ijazah, sehingga tata kelola pendidikan madrasah di Kabupaten Lamongan semakin tertib, profesional, dan berkualitas.

Leave a Comment