Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta IGRA Sukodadi–Maduran, Bangun Generasi Berkarakter Sejak Usia Dini
Lamongan – Diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta IGRA Wilker Sukodadi dan Wilker Maduran yang mengusung tema “Membangun Generasi Berkarakter Mulai Melalui Kurikulum Berbasis Cinta” bertempat di aula Al Muslimun Kawistolegi, Senin 2 Februari 2026.
Ketua Panitia Bu Mahfudotun dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Kepala Kemenag, Pengawas Madrasah, para peserta terlebih Narasumber. Ia menambahkan tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada pendidik RA tentang implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, meningkatkan kompetensi guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter, akhlakul karimah, serta kasih sayang dalam proses pembelajaran, sekaligus memperkuat peran guru RA dalam membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur sejak usia dini.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, H. Mohammad Muhlisin Mufa, menyampaikan bahwa keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak .Orang tua khususnya Ibu menjadi pendidik pertama yang menanamkan karakter, akhlak, nilai agama, emosi, dan norma kehidupan melalui keteladanan sehari-hari. Namun, lembaga pendidikan formal, khususnya Raudlatul Athfal (RA), memiliki peran strategis sebagai mitra keluarga dalam memperkuat pendidikan karakter sejak usia dini.
Selanjutnya, juga dikatakan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta sangat relevan diterapkan di RA karena menekankan pendidikan yang humanis, penuh kasih sayang, dan berorientasi pada pembentukan akhlakul karimah.
“Guru RA tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan yang mampu menanamkan nilai keimanan, sikap santun, empati, dan toleransi melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan yang dilandasi cinta akan menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan sehingga anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki karakter kuat.
Mengakhiri arahannya, Kepala Kankemenag mengapresiasi IGRA Wilker Sukodadi dan Wilker Maduran atas terselenggaranya kegiatan diseminasi Kurikulum Berbasis Cinta ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kompetensi guru RA serta diimplementasikan secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran guna mewujudkan generasi emas yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.


