Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan Konseling Melalui Pembelajaran Berbasis Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Lamongan – KKMTs Kab Lamongan 2, dan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK MTs) Kemenag Lamongan menyelenggarakan kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Bimbingan Konseling Melalui Pembelajaran Berbasis Ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bertempat di Dapur Lamongan, Selasa 30 – 31 Desember 2025.

Kasi Pendma Kab Lamongan H. Banjir Sidomulyo dalam sambutan mengucapkan selamat datang kepada Kepala Kemenag, Pengawas Madrasah, Ketua MGBK MTs, Ketua KKM MTs 2 Lamongan dan peserta workshop.

Selanjutnya, beliau menyampaikan tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme Guru Bimbingan Konseling MTs dalam menghadapi tantangan pembelajaran dan pendampingan peserta didik di era saat ini. Melalui workshop ini, guru BK diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam layanan bimbingan dan konseling, sehingga dapat membentuk karakter peserta didik yang peduli lingkungan, berakhlak mulia, serta memiliki empati dan kasih sayang terhadap sesama.

Beliau juga menegaskan bahwa peran Guru BK sangat strategis dalam mendukung terciptanya iklim madrasah yang ramah anak, inklusif, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat sinergi antar Guru BK MTs se-Kabupaten Lamongan

Sementara itu, Kepala Kankemenag Kab Lamongan H. Mohammad Muhlisin Mufa dalam arahannya sekaligus membuka acara secara resmi menyampaikan pentingnya peran strategis guru Bimbingan dan Konseling dalam membentuk karakter peserta didik madrasah yang berakhlak, peduli lingkungan, serta memiliki kepekaan sosial.

Ia menegaskan bahwa pembelajaran berbasis ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta (KBC) merupakan ikhtiar bersama dalam merespons tantangan zaman,. Menurutnya, guru BK memiliki posisi kunci dalam menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta melalui layanan konseling yang humanis dan berorientasi pada pembentukan karakter.

“Guru BK tidak hanya mendampingi siswa dalam menyelesaikan masalah, tetapi juga menjadi teladan dalam menumbuhkan kesadaran spiritual, sosial, dan ekologis. Inilah ruh dari ekoteologi dan kurikulum berbasis cinta (KBC),” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, MGBK MTs Kemenag Lamongan berharap para guru BK mampu mengimplementasikan hasil workshop dalam layanan bimbingan dan konseling di madrasah masing-masing, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.

Leave a Comment