Road to Bimtek Penyusunan Kinerja Penyuluh Agama IPARI Wilker Bojonegoro Digelar di MTsN 1 Lamongan
Lamongan, 11 November 2025 – Bertempat di aula Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Lamongan, digelar kegiatan Road to Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Kinerja Penyuluh Agama IPARI Wilayah Kerja (Wilker) Bojonegoro yang meliputi tiga kabupaten: Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.
Kegiatan ini mengusung tema “Kuasai Aturan, Ciptakan Budaya Kerja yang Adaptif dan Berkemajuan.”
Dalam sambutan panitia, Kasi Bimas Islam Kemenag Lamongan, H. Imam Hambali, mengucapkan selamat datang kepada Kepala Kantor Kemenag Lamongan, Kasi Bimas Kemenag Bojonegoro, Kasi Bimas Kemenag Tuban, serta seluruh peserta yang berjumlah sekitar 300 orang.
Menurutnya, pelaksanaan bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja serta menambah wawasan para penyuluh agama, khususnya dalam hal penyusunan laporan dan evaluasi kinerja.
“Ini merupakan titik awal dalam pekerjaan sebagai penyuluh agama. Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh dapat bekerja lebih profesional dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.
H. Imam Hambali juga menyampaikan rasa syukur dan bangga karena MTsN 1 Lamongan dipercaya menjadi lokasi kegiatan bimtek kali ini. Ia menambahkan, hal ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan MTsN 1 Lamongan yang selama ini telah menorehkan banyak prestasi akademik maupun non-akademik.
Selanjutnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, H. Mohammad Muhlisin Mufa, dalam arahannya saat membuka acara secara resmi, menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengaku kegiatan ini terasa seperti reuni, mengingat dirinya pernah bertugas di Kemenag Kabupaten Tuban dan Bojonegoro.

Beliau menyampaikan bahwa para penyuluh agama memiliki posisi istimewa karena menjadi garda terdepan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Lebih lanjut, H. Muhlisin menegaskan agar para penyuluh senantiasa bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.
“Para penyuluh memiliki peran penting dalam menyampaikan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat. Al-Qur’an merupakan mukjizat yang harus terus dikenalkan dan dihidupkan dalam kehidupan umat,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, H. Muhlisin berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para penyuluh agama di wilayah kerja Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. (Humas)
