Bangun Madrasah Berkarakter Lewat Ekoteologi
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan H. Mohammad Muhlisin Mufa dalam arahannya saat membuka acara secara resmi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Ia menegaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi bukan sekadar perubahan administratif, tetapi merupakan gerakan moral dan spiritual dalam membentuk karakter generasi bangsa.
Beliau menekankan bahwa dalam setiap tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik, ada nilai keberkahan. “Dalam bekerja kita tidak hanya mengejar target dan hasil, tetapi juga mencari keberkahan atau ziyadatul khoir. Ketika pekerjaan dilandasi niat ibadah dan cinta, insyaAllah akan membawa kebaikan yang berlipat,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai teladan dalam menanamkan nilai cinta kasih, toleransi, moderasi beragama, serta kepedulian terhadap lingkungan. Konsep ekoteologi, menurutnya, harus diwujudkan dalam sikap nyata menjaga kebersihan, kelestarian alam, dan membangun kesadaran bahwa merawat lingkungan adalah bagian dari ajaran agama.
Ia juga mengajak seluruh peserta Bimbingan Teknis untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan berkomitmen mengimplementasikan hasil bimtek di satuan pendidikan masing-masing.


